Pharmaceutical care in Andalas University


Bismillahirrahmanirrahim,….

Sedikit ingin mengulas tentang perkembangan pharmaceutical care yang akhir-akhir ini sering didengungkan baik skala Nasional maupun Internasional, tak lupa pula penulis ingin berbagi pengalaman tentang pharmaceutical care yang juga ikut digalakkan di Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Sebelumnya penulis akan memaparkan tentang pengertian Pharmaceutical care;

Pharmaceutical care,

Pharmaceutical care adalah suatu tanggung jawab profesi apoteker terkait terapi obat untuk tujuan memperoleh hasil pengobatan yang maksimal yang kemudian dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari Pharmaceutical care adalah:
1. Menyembuhkan penyakit
2. Mengurangi gejala penyakit
3. Memperlambat proses perburukan penyakit
4. Mencegah penyakit atau gejala penyakit
(Menurut Hepler, D.D. & Strand, L.M., Opportunities and Responsibilities in Pharmaceutical Care, Am.J. Pharm.Educ., 53, 7S-15S(1989).

Jika ingin menjalankan pelayanan pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian, seorang apoteker klinis harus mengkaji diagnosa dokter, test labor dan informasi dari pasien. Hal ini menuntut seorang apoteker klinis untuk bekerjasama secara terpadu dengan pasien dan dokter yang menangani pasien tersebut sehingga dapat diperoleh pemahaman yang benar tentang dampak dari berbagai jenis pengobatan yang diterima pasien.

Sesudah lebih dari 4 dekade telah terjadi kecenderungan perubahan pekerjaan kefarmasian di apotik dari fokus semula penyaluran obat-obatan kearah fokus yang lebih terarah pada kepedulian terhadap pasien. Peran apoteker lambat laun berubah dari peracik obat (compounder) dan suplair sediaan farmasi kearah pemberi pelayanan dan informasi dan akhirnya berubah lagi sebagai pemberi kepedulian pada pasien. Disamping itu ditambah lagi tugas seorang apoteker adalah memberikan obat yang layak , lebih efektif dan seaman mungkin serta memuaskan pasien. Dengan mengambil tanggung jawab langsung pada kebutuhan obat pasien individual , apoteker dapat memberikan kontribusi yang berdampak pada pengobatan serta kualitas hidup pasien. Pendekatan cara ini disebut ” pharmaceutical care ” (= asuhan kefarmasian ; peduli kefarmasian ).

*******
Sekedar berbagi pengalaman dan pemahaman, sejauh yang saya dapat runut kebelakang, sebagai seorang Apoteker lulusan Fakultas Farmasi di wilayah Sumatera, tepatnya di Padang kota tercinta, banyak hal signifikan yang telah terjadi. Jika sebelumnya praktek kerja program profesi di rumah sakit, saya hanya dibekali ilmu di apotek, namun saat ini kami dapat belajar menjalankan peran apoteker sebagai “problem solver”. Dengan langsung terjun untuk berinteraksi langsung dengan dokter dan pasien sangat banyak pengetahuan praktis yang dapat kami peroleh.

Sebagai mahasiswa program pasca sarjana di bidang farmasi komunitas dan klinis, yang dibekali praktek di rumah sakit selama lebih kurang delapan bulan, saya pribadi merasa sangat beruntung dapat merasakan kepuasan dan kebahagiaan saat bisa menjadi solusi atas permasalahan yang sering dihadapi pasien. Tidak dapat ditampik kemudahan akses berinteraksi dengan dokter dan pasien sebanding dengan permasalahan dan kendala yang kami temukan dilapangan. Sungguhpun demikian, hal tersebut tidak pernah menjadi alasan yang melemahkan semangat juang saya pribadi, tantangan akan menambah semarak dinamika perjuangan menuju keidealan pelayanan kesehatan yang berhak diterima oleh setiap warga masyarakat Indonesia.

Pharmaceutical care yang telah dipraktekkan pertama kali oleh negara adidaya Amerika Serikat diikuti oleh negara-negara maju lainnya seperti Australia dan negara-negara di Eropa sana, telah terbukti dapat menjadi solusi atas ketidaktepatan pengobatan yang dialami oleh pasien. Negara tetangga kita seperti Malaysia saja sudah berhasil memetik manisnya perjuangan yang mereka mulai dari beberapa belas tahun yang lalu saat beberapa orang apotekernya telah meletakkan dasar pelayanan kearah asuhan kefarmasian, dimana disini Apoteker berperan aktif untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat dan pengobatan.

Tak ada gading yang tak retak, walau banyak kekurangan yang mungkin terdapat dalam ayunan langkah pertama dari Fakultas Farmasi UNAND tempat saya bernaung, namun dengan keyakinan yang besar kami optimis akan dapat selangkah demi selangkah menuju keberhasilan, dengan izin dan ridha dari-Nya, ALLAH S.W.T.

Satu hal yang harus diingat oleh siapapun yang hatinya tergerak untuk menekuni bidang ini, kita tidak melakukan semua ini untuk mendapatkan penghargaan berupa materi, hal ini lebih kepada tanggung jawab profesi kita sebagai seorang Apoteker. Tenaga dan kemampuan yang kita miliki, InsyaALLAH akan dapat membawa bangsa kita menjadi lebih baik pelayanan kesehatannya yang dapat juga berdampak positif terhadap kemajuan Indonesia.

Merdeka……!!!

^__^

This slideshow requires JavaScript.

About bolin_maricoa

My nick name is BoLiN.......this name was given by my Father.......and it's has a meaning on it.........a prayer actually.........B=baik; O=orangnya; L=luhur; I=ilmu; N=nya........ amin ya ALLAH ^_^ Hmmmmmmm........... About my personality.........??? Let's find out by your self..... ^_^
This entry was posted in Ask Your Pharmacist. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pharmaceutical care in Andalas University

  1. sari says:

    tulisan yang menarik

    kunjungi ini ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s