JodoH : diKeJaR atau dittUnGGu………???


It’s take fRoM :

http://pangerans.multiply.com/reviews/item/29

Let’s HaVe a reaD guYs……..

^_^

Untuk persoalan jodoh, setiap orang hendaknya bersungguh-sungguh, baik laki-laki maupun perempuan harus proaktif dan selektif. Tidak ada dikotomi bahwa laki-laki harus mencari dan perempuan harus menunggu (ikhtiar), namun tidak keluar dari norma dan syariat.

Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan yang ‘menawarkan’ dirinya pada Rasulullah, dan Rasul-pun tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang hina atau tabu. Hanya saja, kini kita berada pada budaya yang masyarakatnya masih memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak etis, sehingga perempuan-perempuan Indonesia untuk persoalan jodoh lebih banyak berperan menunggu dibandingkan ‘mencari’.

Agar pernikahan bersemi dengan indah, maka dalam memilih jodoh hendaknya kita sangat mengutamakan ajaran Islam, seperti yang dipesankan Rasulullah SAW. “..lihatlah agamanya maka kalian akan mendapatkan semuanya…”. Dengan memiliki pasangan yang agamanya baik dan benar, maka rumah tangga kita akan menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah.

Mengutip wejangan dari ustadz Satria Hadi Lubis, suami dari ustadzah Kinkin Annida dalam sebuah acara seminar “Pasutri Menuju Samara” beberapa waktu lalu mengatakan, bawa dia tidak terlalu bersepakat apabila seorang perempuan menawarkan dirinya secara terang-terangan, karena menurutnya hal itu merupakan sikap yang kurang ahsan (etis).

“Penawaran itu sah-sah saja, manakala tidak secara langsung, misalnya lewat perantara pihak ketiga. Masih menurutnya, biar bagaimanapun kita berada pada masyarakat timur yang masih sangat memegang adat dan etika,” ujarnya.

Jodoh, memang merupakan misteri kehidupan, karena untuk hal yang satu ini terkadang membuat seseorang sangat bimbang dalam menentukan keputusannya. Jangankan untuk menerima seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak, dalam persoalan menerima tawaran ta’aruf saja terkadang masih terlalu banyak ‘kriteria’ yang dipakai.

Sampai-sampai kriteria yang dipasangpun sudah tidak memenuhi kriteria syar’i lagi, seperti : harus yang ‘smart’, tinggi, putih, cantik, ganteng, kaya, sarjana, dan lainnya. Tidak salah memang untuk memasang kriteria seperti itu, hanya saja menurut beliau hendaknya kita tidak mempersulit diri untuk persoalan ini.

Lain halnya bagi Cecep Yusuf Pramana, suami dari Tarwiyah, yang kini punya tiga orang anak. Persoalan fisik adalah titipan dari Allah SWT, saya meminjam istilah Aa Gym, kita tidak pesan sama Allah waktu mau dilahirkan! biar hitam asal hatinya putih, biar pendek asal akhlaknya tinggi, biar kurang ganteng asal taqwa, biar kurang cantik tapi sholehah.

Insya Allah, tidak akan menyesal bagi yang memilih pasangan hidup berdasarkan agamanya, saya sudah membuktikannya dengan hidup bersama istri selama 10 tahun berjalan.

Proses untuk memperoleh jodoh yang baik juga menjadi ukuran. Menurut Islam, “laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula) (QS. An Nuur (24): 26). Bisa diartikan bahwa jika kita seorang laki-laki yang baik maka kita akan mendapatkan istri yang baik demikian sebaliknya. Inginkah kita dipandang sebagai seseorang yang baik dalam pandangan Islam?

Jika demikian, mulailah dari sekarang untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. “Mendapatkan pasangan yang baik dapat diukur dengan niat kita untuk berumah tangga. Maksud saya, kita harus benar-benar dalam kondisi keimanan yang prima saat ingin melaksanakan pernikahan dan ukurannya adalah niat berumah tangganya. Jangan sekali-kali berniat menikah saat niatnya belum lurus. Hal itu akan mempengaruhi hasil dari pasangan yang akan kita dapatkan.

Saat niat dan kondisi keimanan sudah prima maka silahkan berencana untuk menikah. Mulailah dari sekarang untuk menyusun strategi dan taktik agar mendapatkan pasangan yang sesuai dengan idealisme. Strategi dan taktik ini merupakan bagian dari proses yang harus dijalani secara Islami. Salah satu proses itu adalah ta’aruf (perkenalan), dalam proses ini harus dijalani secara ma’ruf. Agar proses ta’aruf menjadi ma’ruf, maka diperlukan kesabaran yang cukup.

Ta’aruf (perkenalan) terkadang tidak menjadi jaminan kita akan langsung dapat menikah. Sekali gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi, demikian hingga akhirnya kita mendapatkan pasangan yang sebenarnya yang bersamanya kita dapat membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Jangan sia-siakan pernikahan, sungguh-sungguhlah dalam menggapainya. Hmm, seandainya di dunia ini ada syurga, syurga itu adalah pernikahan yang bahagia”. Rasulullah SAW pun berkata ‘Baiti Jannati”, rumahku syurgaku. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif. Tiap orang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Namun saya yakin kebahagiaan yang hakiki dapat kita peroleh hanya dengan jalan-Nya.

Ingin memiliki rumah tangga yang bisa kita jadikan syurga kita didunia??? Ikutilah petunjuk Rasul. Lihat agamanya niscaya kalian akan mendapatkan semuanya”. Wallahu’alam Bishawab.

^_^

About bolin_maricoa

My nick name is BoLiN.......this name was given by my Father.......and it's has a meaning on it.........a prayer actually.........B=baik; O=orangnya; L=luhur; I=ilmu; N=nya........ amin ya ALLAH ^_^ Hmmmmmmm........... About my personality.........??? Let's find out by your self..... ^_^
This entry was posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE. Bookmark the permalink.

3 Responses to JodoH : diKeJaR atau dittUnGGu………???

  1. daves says:

    Setelah baca tulisan anda diatas, saya rasa kehidupan saya berbeda dari tulisan diatas. Sebenarnya bukan hanya tulisan diatas tapi dari banyak tulisan2 yg saya baca. Kadang saya keliru apa sebenarnya yg org katakan bahagia, sejauh mana kah dan atas dasar apa yg dikatakan bahagia. Gambaran hidup saya tidak sama sebagai mana kebanyakan yg orang tulis. Dalam rumah tangga saya, kami sering bertengkar atas berbagai sebab. Cuma kami mempunyai pendapat sama dalam satu bidang yaitu apapun keadaan nya anak2 jangan menjadi korban keretakan rumah tangga. Hanya itu, satu2 nya pendirian yg membuat kami sampai hari ini masih tinggal satu rumah selama 25thn, membesar kan anak2 menjaga mereka serta memberi yg terbaik buat mereka kehidupan dan pelajaran. Alhamdulillah anak kami yg sulung insyaallah Graduate in GIS Engeneering bulan JUn thn ini, anak kedua sedang kuliah dlm bidang Chemical Engeneering, yg bungsu 3rd yr in secondary school.Walaupun kami sering bertengkar dan saling menyalahkan, saling tak puas hati, namun kami tetap akan bertahan demi anak2 sampai mereka semua bisa berdikari dan berkerjaya. Semoga Allah tetap memberi kekuatan kepada kami sampai tugas dan kewajiban kami selesai membesarkan anak2.

    • Actually I did not write those wrtiting by my self,..

      It’s take fRoM :

      http://pangerans.multiply.com/reviews/item/29

      I already copy and paste the adress in the head of my post,…

      Saya tertarik dengan tulisan di blog tersebut dan berusaha berbagi dengan teman2 saya yg lain on my social network,..

      ^_^

      Hmmmm………

      Sedikit memberi tanggapan atas pendapat bpk,…

      Jika boleh saya panggil dg sebutan tersebut,….

      menimbang fakta yg telah bpk ungkapkan sblmnya bhwa bpk telah menikah selama 25 thn…..

      yg menurut perkiraan kasar saya saja usia bpk sudah diatas 45 tahun,..

      If I am not mistaken,…

      In my opinion,…

      dan berdasarkan pengalaman saya mjd anak yg dibesarkan di keluarga yg kurang lebih seperti keluarga bpk,..

      kedua ortu saya juga terhitung sering berbeda pendapat,…

      tentang masalah apapun,…

      Tapi satu hal yg sama,..

      diantara mereka adalah kasih sayang mereka kpd kami,…

      anak2nya,…

      Saya sangat bersyukur memiliki kedua orang tua spt mereka,…

      Begitu pula kiranya apa yg dirasakan para buah hati yg bpk dan ibu miliki,….

      Pengorbanan kedua orang tua saya demi kebahagiaan dan kesejahteraan saya dan adek2 adalah anugerah terbesar yang telah diberikan oleh ALLAH kpd kami,….

      Mungkin saya belum cukup pantas utk memberi gambaran dan pandangan atas persoalan berumah tangga,.

      karena saya sendiri belum mengarungi bahtera rumah tangga tersebut,..

      Satu hal yang pasti,..

      Saya sangat menghargai siapapun individu diatas dunia ini yang mampu menghilangkan ego dan keegoisan utk berbahagia sendiri dan meninggalkan rumah tangga yg tdk harmonis,…

      Karena menurut kaca mata saya,.

      Jika dua individu telah memutuskan utk menjalani maghligai rumah tangga,..

      Kehidupan dan kebahagiaannya bukanlah miliknya pribadi lagi,…

      apa yg terpenting adalah kehidupan dan kebahagiaan buah hatinya,…

      Itu adalah konsekuensi yg harus dia terima saat telah melangkahkan kaki membina rumah tangga,…

      Rumah tangga adalah sarana terbaik utk beribadah kepada ALLAH S.W.T,..

      Apapun yang kita lakukan utk kepentingan dan kebahagiaan keluarga bernilai ibadah disisi ALLAH ^_^

      Permasalahan kebahagiaan adalah relatif dan adalah pilihan,…

      Saya pribadi menganggap kebahagiaan sejati adalah rasa syukur,…

      Syukur atas segala karunia yang ALLAH berikan kepada kita,…

      Syukur atas segala Limpahan rahmatnya,…

      Hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang,….

      Kebahagiaan menurut konteks pemikiran sederhana saya,….

      Adalah tidak pernah mengeluh atas takdir dan ketentuan ALLAH,…

      Tugas kita hanya menjalani kehidupan dunia ini dengan keikhlasan dan ketulusan,…

      Luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar,…

      Hanya karena ALLAH semata,…

      Permasalahan keberhasilan di dunia,..

      dari segi materi,… jabatan,. kedudukan,. latar belakang pendidikan yang tinggi,…

      Semua itu hanyalah fatamorgana dan ujian,…

      Apakah dengan karunia yg ALLAH berikan,..

      karunia kekayaan,. kedudukan, kesehatan, kepintaran,…

      Kita mampu utk tetap bersyukur dan menundukkan hati di hadapan-Nya,…

      Karena sejatinya semua itu adalah titipan dan cobaan,..

      Jika kita mampu menjaga dan memaksimalkan semua kelebihan tersebut utk kepentingan hamba ALLAH lainnya,…

      Hal tersebut baru dapat dikategorikan sebuah keberhasilan,….

      Karena hal tersebutlah yang akan diterima dan dipertanggungjawabkan disisi ALLAH kelak,….

      Jika kita menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh atas eksistensi kita di dunia ini,…

      Utk apa kita hidup,…

      Apa yg akan dipertanggung jawabkan kelak,..

      Apa yang akan membawa kehancuran,….

      Apa yang akan membawa keselamatan,…

      Jez try to find out who you are,… who creat you,… and what your life are intended to,…

      InsyaALLAH you can reach the true happiness,..

      One thing for sure,..

      Harta,…kedudukan,…….Istri/suami,….anak2…….

      adalah titipan dan cobaan dari ALLAH,…

      so,.

      If you want to be the winner in this life,…

      Do the best for the sake of other,..

      dengan niat mencari ridha ALLAH,…!!!

      InsyaALLAH tak akan kecewa,…!!!

      ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s