Tawadu, Sikap Kematangan


Is taking FroM :

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/47265

Let’s haVe A reaD guYs ^_^

Tawadu…………….

Lawan dari sifat takabur adalah tawadu. Sifat tawadu adalah self-esteem yang proporsional. Tidak menghargai diri sendiri secara berlebihan, baik penghargaan yang lebih tinggi yang melahirkan kesombongan maupun yang lebih rendah yang melahirkan inferiority. Dua-duanya tidak benar.

Yang benar adalah menghargai diri sendiri secara proporsional. Segala prestasi yang kita capai tidak sepenuhnya hasil upapaya kita sendiri, pasti juga berkat kontribusi dari banyak pihak. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah yang merupakan penyebab atas segalanya.
Mengapa agama memuji sikap tawadu ini. Karena dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari, sikap tawadu sesungguhnya atraktif dan pasti menuai simpati, meskipun, anehnya, tidak banyak yang bisa melakukannya.
Tawadu biasanya paralel dengan kualitas dan kematangan seseorang. Semakin matang dan semakin berkualitas seseorang, biasanya dan seharusnya ia semakin tawadu.
Biasanya, orang sombong adalah orang yang tanggung, tanggung ilmu, pengalaman, wawasan dan lain-lain, sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut, ia memilih jalan yang salah; menyombongkan diri agar bisa tetap eksis. Tetapi, orang seperti ini biasanya tidak menuai simpati, melainkan sebaliknya.
Mengapa kita harus tawadu? Karena kita diciptakan oleh Allah penuh dengan keterbatasan-keterbatasan.
“Kalian tidak diberi ilmu melainkan sedikit”. Betapa banyak yang tidak kita ketahui, yang tidak kita miliki. Betapa banyak kelemahan dan kebutuhan kita.
Allah menciptakan kita memang untuk saling membutuhkan, saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, bersikap tawadu adalah tuntutan alamiah.
Sikap tawadu sesungguhnya adalah bahasa batin seorang manusia lemah kepada sang pencipta. Allah sangat mencintai orang seperti ini dan maha mendengar atas ungkapan-ungkapan batin tersebut.
Menjalankan ibadah puasa dengan tulus sesungguhnya adalah manifestasi dari sikap tawadu yang hakiki di hadapan Allah. Puasa adalah ekpresi tulus atas ketidakberdayaan kita di hadapan-NYA. Semoga puasa kita membentuk pribadi-pribadi yang tawadu, amin.(rif)

About these ads

About bolin_maricoa

My nick name is BoLiN.......this name was given by my Father.......and it's has a meaning on it.........a prayer actually.........B=baik; O=orangnya; L=luhur; I=ilmu; N=nya........ amin ya ALLAH ^_^ Hmmmmmmm........... About my personality.........??? Let's find out by your self..... ^_^
This entry was posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s