When somebody say “I love You”


When somebody say that he /she love you….

Believe me…

You are very lucky person…

You are special….

You are precious…

Then try to respect your self properly….

And if it is possible and the person whom love you is worthy enough to be by your side, that he/she will bring you nothing but happiness, keep him/her by your side for the rest of your life….

Love is the most valuable thing in this short life….

Not Financial Nor Physical background will support your happiness….

Love is all we need to reach success dunia-akhirat….

Love from someone who love you by the reason of his/her love to Allah….

Posted in Life Vs Love | Leave a comment

Cinta Tak Berbalas


Nasihat utk seorang teman…

Pernahkah anda merasa kecewa saat mendapati cinta anda tak berbalas?

Lalu anda menjawab :
Ya…tentu saja…!!!

Nasihat utk seorang teman :

Lain kali seharusnya anda menjawab tidakkkk…..!!!

Tanya kenapa??!!

Jika saja dalam hati anda kedudukan Allah lebih tinggi dr pada hamba-Nya dlm hal ini pujaan hati anda…

Dan jika saja anda berbaik sangka kpd Allah bahwa Allah hanya akn memberi hamba terbaik pilihan-Nya utk mnjadi pendamping hidup anda kelak……dan ats takdir Allah,… Bukan dia yg skrg anda cinta….

Tapi dia yg dimasa dtg akan sgt anda cintai jauh berkali2 lipat dr seseorang yg saat ini anda cinta…..

Seorang pendamping terbaik…. Hamba Allah calon penghuni syurga kelak….

Yg dgn izin Allah akn membawa anda menuju kebaikan dan keselamatan dunia & akhirat…….

Nikmat Tuhanmu yg mana lagi yg engkau dustakan….???!!!

Jadi…

Kalau lain kali ada yg bertanya ttg perasaan anda saat mendapati cinta tak berbalas…..

Jawablah….

Aku bahagiiiia dan ridha ats takdir dr Tuhanku….

Termasuk takdir tdk dicintai oleh mereka yg sementara ini aku cintai….

:)

Posted in Life Vs Love | Leave a comment

Check This Out



Clinical Journal Of the American Society of Nephrology


American Heart Association


Circulation

Posted in Free Medical Journal Access | Leave a comment

An Easy Way To Memorizing Captopril & Aspirin Side Effect


Captopril (an ACE inhibitor): Side effects

CAPTOPRIL ‘

* Cough (dry)
* Angioedema, Agranulocystosis
* Proteinuria
* Taste alteration (dysgeusia), Teratogenicity (Pregnancy is a contraindication)
* Orthostatic hypotension (postural hypotension)
* Pancreatitis
* Renal failure if used in bilateral renal artery stenosis (contraindication), Rash
* Increased potassium
* Leukopenia, Liver toxicity, Low BP

Except for postural hypotension which occurs due to short and fast action of captopril, most of the side effects mentioned are common for all ACEIs .

Aspirin: Adverse effects

“ASPIRIN”

* Asthma
* Salicylism
* Peptic ulcer / Premature closure of PDA
* Intestinal blood loss
* Reye’s syndrome
* Idiosyncracy
* Noise (tinnitus)

Posted in Ask Your Pharmacist | 4 Comments

Copy Paste Dari :

http://www.muhibbin-noor.com/?op=informasi&sub=2&mode=detail&id=96&page=1/

Salah satu hal penting dalam hidup ini ialah berumah tangga, karena disamping dalam rangka mendapatkan keturunan juga dimaksudkan untuk dapat hidup secara damai, tenang, tentram dan tentu saja halal. Dan salah satu hal yang sangat penting dalam membentuk rumah tangga itu ialah menentukan siapa calon pendampingnya. Banyak criteria yang ditentukan oleh masing-masing orang, dan semua itu sah-sah saja.

Cuma bagi yang kriterianya terlalu ideal dan tinggi, barangkali akan mendapatkan kesulitan, namun bagi orang yang kriterianya terlalu sederhana juga ada kemungkinan tidak akan awet. Karena itu dalam masalah ini, seseorang harus cermat dan bilamana perlu setelah ketemu criteria tersebut, terlebih dahulu diharapkan meminta petunjuk Allah melalui shalat istikharah, sebelum menentukannya.

Memang saya tadi mengatakan bahwa untuk urusan memilih jodoh dan menentukan kriterianya itu sepenuhnya tergantung kepada yang akan menjalaninya, namun tentunya sebagai seorang muslim kita harus memperhatikan rambu-rambu yang ditentukan oleh syari`at agama. Nah, dalam persoalan ini, ternyata banyak diantara umat Islam yang salah dalam memahami hadis Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan tentang hal ini. Bahkan kesalahan tersebut tidak hanya dilakukan oleh umat yang awam, melainkan juga dilakukan oleh para da’i dan muballigh kita.

Hadis Nabi yang dimaksudkan di sini ialah yang berbunyi ” Tunkahu al-mar`atu li arbain, limaliha, wa lijamaliha, wa lihasabiha, wa lidiniha, fadzfar bi dzati al-din taribat yadaka”.

Hadis ini sering dipahami oleh sebagian masyarakat Islam, termasuk para tokohnya, sebagai criteria memilih jodoh menurut Nabi Muhammad SAW. Artinya menurut mereka bahwa Nabi memberikan criteria memilih jodoh dengan empat hal, yakni pertama kaya, kedua cantik atau tampan, ketiga dari keturunannya, dan keempat agama dan akhlaknya. Dan inilah yang sampai saat ini masih diyakini oleh umat Islam.

Saya juga sempat terkejut dengan para mahasiswa ketika mengkaji ilmu hadis saat hadis tersebut dibuat contoh dan kemudian diartikan dan dipahami sebagaimana orang awam memahminya. Ketika menyimpulkan hadis tersebut juga sama persis dengan kesimpulan orang awam. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, karena ternyata masih banyak orang yang belum tahu bagaimana seharusnya memahami hadis. Memahami hadis tidak cukup hanya berbekal bahasa Arab saja, memahami hadis diperlukan seperangkat ilmu yang akan mendukung pemahaman kita, seperti ilmu Ma`ani al hadis, ilmu Gharib al-hadis, ilmu al-Nasikh wa al-mansukh, ilmu Asbab al-wurud, dan lainnya.

Pemahaman terhadap hadis tersebut sesungguhnya tidak terlalu sulit, tetapi mengapa banyak orang bisa salah, ini tentunya disebabkan kurang cermat dalam memahmi struktur kalimat dalam hadis tersebut. Kenapa kelamat afirmatif atau kalimat berita yang diucapkan Nabi dalam bahasa Arab kok bisa diartinya sebagai kalimat perintah atau amar. Ini kan dari aspek bahasa saja sudah menyalahi aturan.

Disamping itu, kalau arti dan maksud hadis tersebut sebagaimana dipahami orang awam, tentu akan ada akibat dan problem yang cukup serius.

Problem yang saya maksudkan ialah bagaimana mungkin nabi Muhammad SAW, sebagai nabinya orang banyak, dan bahkan para pengikut beliau yang pertamakali justru terdiri dari mereka yang lemah, kemudian Nabi sendiri menentukan criteria memilih jodoh sebagaimana dimaksudkan orang awam tersebut, yakni criteria kaya. Tentu sangat tidak mungkin nabi justru tidak mempertimbangkan mayoritas pengikutnya pada saat itu dalam hal criteria. Bahkan bisa-bisa kalau demikian keadaannya, Nabi akan dicap sebagai nabi yang tidak tahu diri, dan mungkin malah dianggap nabi yang tidak pantas sebagai nabi dan pemimpin umat.

Menurut saya ini persoalan serius, dan karena itu saya menyempatkan diri untuk memberikan penjelasan kepada umat dan juga kepada para mahasiswa yang sedang belajar hadis dengan maksud agar persoalan ini menjadi gamblang dan sekaligus ke depan tidak akan ada lagi pemahaman hadis yang sembrono. Kita tidak mungkin rela kalau nabi Muhammad dianggap sebagai nabi yang tidak tahu diri, tidak membela umatnya, dan bahkan sebagai nabi yang tidak pantas, sama sekali tidak. Nabi adalah seorang nabi yang sangat bijaksana, melindungi umatnya, bahkan sangat cinta kepada mereka melebihi terdap dirinya sendiri. Beliau selalu mendoakan umanya, bahkan ketika beliau akan wafat menghadap Tuhan, yang diingat justru umatnya, bagaimana nasibnya sepeninggal beliau dan lain sebagainya. Nabi merupakan orang yang sangat santun dan lemah lembut terhadap siapapun,termasuk kepada umatnya. Banyak riwayat yang menceritakan sepak terjang beliau yang pada kesimpulannya ialah bahwa beliau merupakan Nabi yang luar biasa, bahkan dia dimasukkan sebagai tokoh nomer wahid di atas dunia ini.

Sekali lagi ditinjau dari aspek sumber hadis tersebut, dapat dipastikan bahwa maksud hadis sebagimana yang disebutkan di atas bukanlah seperti yang dipahami oleh orang awam tersebut. Dan maksud sesungguhnya ialah bahwa Nabi Muhammad SAW, itu memberikan informasi bahwa biasanya di Arab pada waktu itu, orang menikah itu ada yang mempertimbangkan hartanya, ada pula yang karena kecantikan, ada pula yang karena factor keturunan, dan ada pula yang mempertimbangkan karena agamanya.

Artinya bahwa ada orang yang menikah itu semata-mata memang karena harta, bukan karena yang lain, sehingga paras muka dan performen tidak menjadi pertimbangan. Ada pula yang hanya mempertimbangkan kecantikan saja meskipun dari aspek harta mungkin termasuk orang miskin. Ada juga yang mempertimbangkan aspek keturunan saja, meskipun kurang cantik atau bahkan juga tidak kaya. Demikian juga ada yang mempertimbangkan dari aspek agama, meskipun ketiga aspek lainnya yang dipertimbangkan orang lain tidak ada pada diri orang yang dipertimbangkan agamanya tersebut.

Informasi Nabi tersebut dalam rangka mengawali keinginan Nabi untuk menganjurkan umatnya agar dalam memilih jodoh untuk berkeluarga itu mempertimbangkan aspek agama, bukan mengikuti kecenderungan kebanyakan orang pada saat itu, karena inilah yang akan membawa keberuntungan, ketenangan dan kebahagiaan.

Dalam hadis tersebut sangat jelas diungkapkan bahwa perintah Nabi itu hanya pada aspek agama saja, yakni pernyatan beliau : fadzfar bi dzati al-din taribat yadaka. yang dapat diartikan maka dapatkan dan pilihlah calon jodohmu itu dari wanita yang beragama, semoga engkau akan beruntung. Sedangkan pernyataan Nabi sebelum itu sama sekali tidak ada kata perintah, dan hanya memberikan informasi saja.

Pernyataan Nabi tentang kriteria memilih jodoh sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut sesungguhnya hanya satu ialah beragama.

Dan ini sangat pantas dan sesuai dengan posisi beliau sebagai Nabi dan pemimpin umat. Dengan demikian, Nabi tidak diskriminatif, dan bahkan sangat tampak kearifan dan keadilannya bagi umat. Wajah, harta, keturunan, itu bukan hal yang menentukan dalam persoalan ini, meskipun boleh-boleh saja kita mempertimbangkannya, tetapi sebagai nabi, tentunya beliau tidak mungkin memerintahkan atau menganjurkan umatnya untuk tidak mempertimbangkan mereka yang miskin dan kebetulan tidak dikaruniai wajah atau paras yang cantik.

Saat ini zaman telah berubah, termasuk di Arab sendiri. Ada kemungkinan bagi masyarakat Arab saat ini barangkali yang menjadi pertimbangan memilih jodoh tidak hanya diseputar empat hal tersebut. Boleh jadi ada pertimbangan lain, misalnya terpelajar dan telah lulus S1, atau tentang tinggi badan ataupun lainnya. Demikian juga bagi masyarakat di dunia tentu mempunyai kriteria yang berbeda sesuai dengan trend yang ada. Semua itu sah-sah saja, dan tidak ada yang bisa melarang.

Persoalannya ialah terletak pada pemahaman hadis yang salah tersebut, karena pemahaman yang salah tersebut akan dapat menimbulkan problem serius, yakni dapat salah paham terhadap sumber hadis itu sendiri, yakni nabi Muhammad SAW.

Karena itu sekali lagi, saya mengajak seluruh umat untuk mempelajari ilmu hadis, agar ketika kita memahaminya tidak keliru yang justru akan merugikan kita dan umat Islam secara keseluruhan. Dengan kata lain saya menganjurkan bagi mereka yang belum memahami ilmu hadis jangan berani-berani memahaminya sendiri, tetapi mintalah kepada tokoh yang dianggap mampu untuk menjelaskan atau bacalah buku-buku yang menjelaskan hal tersebut. Insya Allah kalau kita mau berusaha, Tuhan akan memberikan jalan bagi kita, dan kita bisa berharap bahwa Allah SWT akan senantiasa memberikan pencerahan kepada kita dan umat Islam pada umumnya. amin


For more information check this link,…

Posted on by | Leave a comment

Aibmu Aibku


Bismillahhirrahmanirrahim,..

Persoalan demi persoalan sering kita hadapi dalam kehidupan ini. Adalah malam ini aku memberanikan diri untuk sedikit mengurai dan belajar tentang perkara “aib”. Keyakinanku pada diri saudara2 sekalian yang sengaja atau tidak membaca post ku malam ini adalah saudara2 seimanku InsyaAllah paling tidak sekali pernah mendengar beberapa kutipan hadist dan ayat Alqur’an berikut :

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain.” (Al-Bukhari)

(Al-Bukhari) “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.”

Al-Qur’an dalam surat Al-Hujuraat ayat 6
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Al-Qur’an, Surat Al-Hujuraat ayat 11
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Al-Qur’an, Surat Al-Hujuraat ayat 12
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

Al-Qur’an, Surat An-Nuur ayat 15
“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah benar”.

Al-Qur’an, Surat An-Nuur ayat 23
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar”.

Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Israa ayat 36
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”.

Al-Qur’an, Surat Qaaf ayat 18
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.

Al-Qur’an, Surat Al-Qalam ayat 10 – 11
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”.

Al-Qur’an, Surat Al-Humazah ayat 1
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”.

Al-Qur’an, Surat Al-Muthaffifin ayat 29 – 31
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata. Dan apabila Orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira”.

(H.R. Al-Bukhari)
“Berhati-hatilah terhadap berburuk sangka. Sesungguhnya berburuk sangka adalah ucapan paling bodoh”.

(H.R. Ahmad)
“Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim, maka Allah akan mengintai- intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah, maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya”.

(H.R. Bukhari-Muslim)
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam”.

(H.R. Athbrani dan Al-Baihaqi)
“Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya”.

(H.R. Muslim)
“Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai”.

(H.R. Al-Bukhari dan Al-Hakim).
“Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk”.

(H.R. Bukhari dan Muslim)
Tidak akan pernah masuk surga orang yang suka mengumpat”.

(H.R. Baihaqi)
“Barangsiapa mengembalikan kehormatan saudaranya lantaran diumpat, maka Allah berhak untuk memerdekakan dirinya dari neraka”.

(H.R. Bukhari dan Muslim)
“Dari Abi Musa r.a, dia telah berkata : “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, muslim manakah yang lebih utama?” Jawab Rasulullah : “Orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.

(H.R. Tirmidzi)
Rasulullah saw ketika ditanya tentang kebanyakan hal-hal yang memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab : “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik!” Dan ketika beliau ditanya lagi tentang kebanyakan hal-hal yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan!”.

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda :
“Takutlah kamu terhadap prasangka. Sebab sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kamu mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling belakang membelakangi . Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadamu. Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak saling menzhalimi, tidak saling merendahkan dan tidak saling menghina. Takwa adalah di sini, takwa adalah di sini”, sambil Rasulullah menunjuk ke a rah dada.

Kemudian melanjutkan sabdanya :
“Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu”. (H.R. Muslim).

(H.R. Tirmidzi)
Rasulullah saw telah bersabda : “Janganlah engkau menampakkan kegembiraan terhadap saudaramu yang mendapat cobaan. Sebab boleh jadi Allah menyayanginya, kemudian memberi cobaan kepadamu”.

Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum sedang mereka merasa benci terhadap perilaku tersebut, maka pada hari kiamat nanti akan ditumpahkan cairan timah pada kedua telinganya.

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda :

“Adakah kalian mengetahui, apakah mengumpat itu?” Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Rasulullah kemudian bersabda : “Engkau menuturkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak menyenangkan”. Lalu ditanyakan : “Bagaimanakah pendapatmu jika apa yang aku katakan itu adalah terdapat pada saudaraku?” Jawab Rasulullah : “Jika apa yang engkau katakan terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah mengumpatnya. Dan jika apa yang engkau katakan tidak terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah membuat kedustaan terhadapnya”. (H.R. Muslim)

Dari Anas r.a, dia telah berkata :
Rasulullah saw telah bersabda : “Ketika aku dimi’rajkan, aku melewati sekelompok kaum yang yang mempunyai kuku dari tembaga yang untuk melukai wajah dan dada mereka. Kemudian aku bertanya kepada Jibril : “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?” Jawab Jibril : “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menjatuhkan kehormatan mereka”. (H.R. Abu Dawud)
Orang yang senantiasa mengumpat orang lain dan mencari-cari kesalahannya akan disiksa oleh Allah dengan siksaan yang berat. Yakni mencakar-cakar muka dan dada sendiri dengan kuku yang terbuat dari tembaga.

Dari Ibnu Abbas r.a,.
bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya 2 (dua) orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah (mengumpat). Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Orang yang senantiasa menyebarkan fitnah atau mengumpat sesama muslim kelak dikubur akan mendapatkan siksa yang berat. Demikian pula halnya orang yang tidak hati-hati ketika kencing, sehingga percikan air kencingnya mengenakan tubuh atau pakaian.

Dari Sahl bin Sa’ad r.a, dia telah berkata :

Rasulullah saw telah bersabda : “Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku terhadap apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang berada di antara dua pahanya, maka aku memberi jaminan surga baginya”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw telah bersabda :
“Janganlah kamu memaki-maki orang-orang yang sudah meninggal. Sebab mereka telah sampai kepada apa yang mereka lakukan”. (H.R. Bukhari).


Ada 4 (empat) sebab mengapa orang menggunjing (ghibah) orang lain :

1. Karena alasan meredakan amarah diri. Maksudnya, ketika ada seseorang yang membuat marah, maka ia
lantas menggunjing orang tersebut hanya karena ingin meredakan amarah dirinya.

2. Hanya karena ingin menyesuaikan diri dengan teman-temannya atau dengan alasan menjaga keharmonisan.
3. Ingin mengangkat diri sendiri dan menjelek-jelekkan orang lain.
4. Menggunjing untuk canda dan lelucon. Dia menggunjing seseorang dengan maksud membuat orang-orang tertawa.

******************************************************************************************

Masih ada yang tertarik untuk mengumpat? berghibah? gossip?!!!

^_^

Posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE | Leave a comment

Pemadaman LisTrik Vs Pemadaman Hidup


Kalau pmerintah mengumumkan akan ada pemadaman listrik selama sebulan. SubhanAllah, sudah cukup membuat kita tidak nyaman membayangkan sebulan lamanya dalam gelap gulita,. kitapun segera brsiap2.

Lantas bagaimana dengan persiapan kita menghadapi “sakarotul maut” yang pasti trjadi(QS21:35),.

Gelap pekatnya & hanya sendiri di alam kubur, dahsyatnya qiyamat & Hari Kbangkitn(QS99-1-8).

Ini adalah kepastian, lantas masih adakah malas ibadah & semangat untuk ma’siyat?!

Posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE | Leave a comment

Ciri Orang Beriman


INGAT Sahabatku,.

Waktu yang ALLAH berikan untuk mengumpulkan bekal di akhirat terlalu sebentar,.

Sementara kita akan hidup di akhirat selama2nya.

“Org beriman itu jika menemui sesuatu yang membuat dia lalai pada ALLAH & akhirat, niscaya dia jauhi sgera!”(QS25:73)

So jagalah hati terus berzikir, akal dengan tafakkur, mata dari pandangan haram, mulut dari dusta, perut dari yang zat & cara yang haram, tubuh dengan selalu wudhu & SEMANGAT TRUS BERIBADAH & BERAMAL SHOLEH

^_^

Posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE | Leave a comment

Riya Vs IkhLaS


Riya lawan dari ikhlas,.

Riya semata untuk pujian manusia,.

Dengan ciri2.

Hanya semangat melakukan amal ibadahnya bila ada manusia & Malas bahkan tidak mau melakukan bila tidak ada manusia(QS 4:142).

Amal ibadahnyapun sia sia hanya seperti “fatomargana”

Dari kejauhan seakan ada air padhal puncaknya panas.

“Sesungghnya amal itu tergantung niatnya”(Alhadst).

Kalau sudah niat untuk ALLAH,. tidak akan peduli ada org/tidak ada, dipuji/dihina, diceriterakan/tidak, ia trus ISTIQOMAH BERAMAL,…

^_^

Posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE | Leave a comment

Terbakar Sudah Ibadahku,…


Hal-ha yang dapat mengurangi & bisa membakar nilai amal ibadah;

Sesudah sholat,. buka aurat lagi,.

Janji taubat,. ma’siyat lagi,.

Bramal tetapi riya,.

Pulang haji masih berbuat zholim,.

Sudah nikah masih brzina,.(40 thn amal sholeh hangus karen zina),.

Tekun ibadah tetapi durhaka kepada orang tua,.

Setelah zikir,.gosip lagi,.

Sesudah sukses,. dengki sama yg lain,.

Beriman tetapi percaya kepada dukun & zimat2,.

Sudah beramal smbunyi2,.diam2 ujub.(QS9;17)

Ayo ikhtiar terus memperbaiki amal kita,.

shabatku

Posted in ShaRe abOuT soMe IsLamIc IssuE | Leave a comment